Daftar Blog Saya

Senin, 27 Desember 2010

Desember oh Desember

Berselimut Desember kembara hati, layar terkembang sampai ke kotamu. Dari Desember inilah kisah dimulai. Dari Desember inilah tiba-tiba saja saya jadi sangat puitis dan kembali membuat coretan-coretan jiwa.

Tiba-tiba saja saya jadi romantis. Tiba-tiba saja saya jadi bersemangat, bergairah menantikan sesuatu walaupun sebatas impian. Tiba-tiba saja hati saya berdebar, tiba-tiba saja saya berharap. Dan dari malam inilah semua berawal. Akan kutulis dalam-dalam di hatiku akan kusimpan dengan rapat di kalbuku. Desember Oh Desember.
Bodohkah saya, kelirukah saya, saya tidak peduli. Hatiku mengatakan aku harus menghargai rasa ini, betapapun tak tahu kapan terwujud. Sayapun menyadari sifat kemanusiaanku dan kebodohanku akan hal ini, tetapi tak seorangpun boleh melarang perasaan ini tumbuh…… tidak jua oleh saya.

Biarkanlah dunia mengolok saya, namun bebaskanlah saya menikmati bulan Desember ini. Engkau bukanlah siapa-siapa dan akupun bukan siapa-siapa tapi mengapa ini terjadi? Satu hal yang kurindukan, biarkanlah ini berjalan apa adanya. Biarlah Desember ini mengalir bagai hidup yang berjalan pasti dalam naungan Tuhan. Untukmu……

Minggu, 26 Desember 2010

Never Never My Dear.....

How I wish to be with you
But it seems so far
Knowing you are not here
But at the other end of the world

I know I have been loving you
But you are nowhere
I would like to run from your shadow
But I can't…

My mind is telling me
To leave you
But my heart cries in sadness
Feeling the pain running down in my knees
Telling me, I would die if I will…

I'd like to run from your love
I'd like to break the chains in my heart
But trying that hard
Makes me feel in disgust
Feeling just the memories of your love
That will never come back
For you are now at the heaven above...

From Your King That Care And Honest

Rabu, 22 Desember 2010

Masih ajah...

Heran... orang jahat itu masih ajah menganggu ku, aku sudah ga mau tahu dia... Eeehhh... malah dia usik aku lagi, jahat sekali dia... Aku ga habis pikir, kenapa dia ga mau juga pergi dari kehidupan ku. Apa belum puas mau menyakiti hati ku, belum puas kah dia... Dari keluargaku hingga ke tempat ku bekerja, dia mengumbar cerita yang membuat hatiku sakit. Dasar laki-laki tak punya adat... tak tahu diri, tidak punya perasaan. Ambisi balas dendamnya belum juga selesai. Apa lagi yang akan di lakukan untuk membuat ku menderita lagi.

Tapi terserah dia... aku tak akan peduli, yang penting aku sudah punya plan ke depan...hijrah dari Jakarta. Atau entah kemana...yang penting tidak di Jakarta lagi... biar ga di usik dia lagi. Dada ini kembali sesak melihat nama itu muncul lagi, rasanya ingin aku membalasnya untuk menghancurkannya. Tapi aku tidak mau seperti dia, kalau aku lakukan ini, sama ajah aku tidak punya adat dan tidak punya perasaan. Aku tidak mau seperti dia... Hatiku ini masih hati manusia, bukan seperti dia, bukan hati manusia...

Hati manusia akan memiliki perasaan, rasa untuk melindungi, rasa sayang untuk tidak menyakiti sesama nya. Beda dengan hati bukan manusia... ich menyeramkan, menghalalkan segala cara, agar ambisinya bisa tercapai... ya seperti si dia. Setelah tercapai keinginannya... dia akan tertawa terbahak-bahak melihat lawannya tak berdaya. Astagfirulloh...masih saja ada orang sepeti itu.

Selasa, 21 Desember 2010

...

Sekarang aku mau menulis apa, ga tau... Enaknya dengarkan radio, asyik juga...
Kau pergi dan datang sesuka hati mu...oohhh, sakitnya hati ini , bencinya hati ini, tapi aku rindu.... benci..benci...tapi aku rindu. Benci tapi rindu... lagu yang di bawakan ello...lagu mamanya...enak juga.

Sebelum bertemu denganmu hidupku bahagia, semenjak bertemu dengan mu aku semakin bahagia,semakin lama aku semakin tahu tentang engkau, aku kecewa ternyata engkau tak baik...
Seribu cara kau membuaiku dengan puitis, maybe kau lupa bahwa aku manusia, yang punya mata, punya hati dan perasaan, maaf aku harus pergi dan takkan untuk mu lagi...
Terima kasih oh Tuhan... tunjukkan siapa dia...so thank you so much, im sorry , good bye...
Ini lagunya Krisdayanti...enak juga

Aku tersesat menuju hatimu...hmm...lagu baru, ga tau... lanjutannya hehehe... Dapatkah selamanya kita bersama, menyatukan perasaan kita... yaahhh ... ga tau lagii... udah ach...!!

Bisu dan diam

Bisu...diam...bisu...diam... Pagi ini, aku hanya sendiri...membisu dan diam, tergeletak tak berdaya, perasaan malas menggelayuti hati ku. Aku terus berkhayal...berkhayal...dan berkhayal.

Pikiranku terbang jauuuuhh sekali, entah kemana. Aku tak tahu harus apa, sekarang ini aku sering kali bingung,entah... tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku sekarang sendiri, karena buah hatiku sudah hidup bersama kekasihnya.

Kini aku tidak disibukkan apapun, hmm...bangun tidur, mandi,sholat...lalu baca quran, setelah lelah...mau apa lagi, tidur lagi. Hampir setiap hari aku jalani itu. Hampir 48 jam lebih saat ini aku hanya di kamar, hanya netbook temanku, hampir selama itu aku tidak melihat matahari , bulan bahkan orang-orang disekitar rumah ku.

Aku hanya berdiam saja di sini, di kamar ini. Tak ada yang aku lakukan. Tubuhku terkulai lemah. Rasa malas merasuki hatiku. Tak ada semangat hari ini. Entah... aku harus apa? Aku hanya bingung hari ini... aku bosen hidup seperti ini. Tapi aku harus sabar...sabar... dan sabar. Aku hanya menunggu waktu... yah menunggu waktu.

Kini yang aku lakukan hanya bisa membisu dan diam. Yach...aku hanya bisa diam...diam...diam dan diam di kamar saja. Hanya bisa tergeletak tak berdaya...dengan kesendirian

Jika waktu ku sampai, selamat tinggal Jakarta... dan semua temanku yang tercinta. Aku sudah ikhlas meninggalkan semuanya... apapun yang terjadi aku akan mengabdi di tempat yang baru. Mungkin...jika usia ku panjang, kita bisa bertemu lagi.

Hari ibu...

Hari ini aku menangis lagi, aku ingat mama... Hari ini hari ibu, sepi ku rasakan. Ketika mama masih ada, aku pasti sibuk membuat sesuatu yang spesial buatnya. Sungguh aku kangen mama. Tahun ini aku tidak melakukan apa-apa, aku hanya tergeletak di tempat tidur tampa semangat. Tidak tahu apa yang akan ku lakukan, memang saat ini hidupku menjenuhkan.

Seandainya mama masih ada, aku mungkin tidak akan sesedih ini. Walaupun mama orangnya sangat cerewet tapi beliau sangat sayang pada ku. Beliau pasti akan ikut sedih bila tahu aku menangis. Di mata mama, aku lah orang yang bisa mengerti keinginan mama. Kemana pun mama pergi, aku selalu mendampinginya. Mama tidak bisa pisah dengan ku, karena aku adalah anak satu-satunya yang punya waktu untuk mama setiap saat.

Hari ini aku menagis lagi, aku kangen mama... Hari ini hari ibu, sunyi ku rasakan. Kuingat mama, ketika malam terakhir mama bersama ku. Maafkan aku mama, aku sungguh menyesal membiarkan mulut mama kekeringan, maaf kan aku mama. Aku tak tahu kalau itu malam terakhir dengan ku. Mama... aku tahu mama sangat...sangat... sangat merasakan kesakitan, aku tak tega melihat mu terbaring tak berdaya. Tak terbayangkan betapa sakitnya yang luar biasa mama rasakan saat itu, operasi demi operasi mama jalani, tubuhmu terkoyak dengan pisau bedah. Hingga dadamu di bor , dilobangi untuk persiapan cuci darah, sungguh aku tahu mama sangat kesakitan, sakit yang luar biasa mama rasakan. Mama tak kuat...mama kolep... mama pergi

Seandainya waktu bisa di ulang, aku akam memperbaiki sikap ku pada mama. Aku akan lebih perhatikan mama. Kini aku hanya dapat berdoa, agar mama bahagia di samping Sang Khalik bersama ayah. Semoga ayahbunda ku mendapatkan tempat terbaik di surga Mu ya Allah dan menjadi pengikut Mu di surga MU...Amin

Kini aku sendiri...kesendirianku membuat langkah ku salah. Kini aku hanya meratapi kesendirian ku. Saat ini aku merasa mama ada bersamaku...tapi aku tak melihatnya. Aku tahu, mama masih peduli dengan ku... ini terbukti pesan yang di sampaikan melalui keponakanku... beliau berpesan dalam mimpinya," Bilang sama bibi, jangan menangis terus....".

Selalu ada...

Walaupun dia jauh dari ku, aku dapat rasakan semuanya. Ketika aku mengeluh, dia dapat menghibur hatiku. Ketika aku merasa sedih, dia dapat membuat hatiku tersenyum. Ketika aku menagis, dia dapat membuatku diam dan menjadi tenang. Ketika aku mencurahkan semua masalahku, dia menganjurkan aku agar lebih dekat dengan Allah..., bersujud kepada Nya, berpasrah diri pada Nya...

Alhamdulillah... aku mengenal seseorang yang lembut hatinya, lebih kuat iman nya, dan dapat dijadikan panutan diriku. Kadang aku merasa malu, aku selalu mengeluh terus dengan nya, menangis terus di depan nya, wajahku selalu sedih di hadapannya. Sungguh aku sangat bersyukur mengenalnya, dia sangat sabar melayani ku ketika aku sedang down. Dia bisa membuat hatiku menjadi tenang.

Sekarang dia tahu, bagaimana diriku. Kekurangan dan kelebihan ku dapat dimakluminya. Aku menceritakan semua pengalamanku padanya. Tak secuilpun aku menutupinya hingga aku mendapat masalah yang membuat harga diriku hancur.

Aku tahu, dia sangat sayang padaku. Dia tidak mau aku terus menerus menangis dan bersedih. Dia tidak pernah memintaku berjanji, dia hanya memintaku untuk tetap tegar dalam hidup.

Setiap hari aku ditemani, aku merasa tidak sendiri. Setiap saat dia selalu ada di sampingku, pagi, siang bahkan malam, dia selalu bersama ku. Walaupun dia jauh dariku tapi aku merasa tiap detik dia ada di sampingku. Entah lah...dia membuat diriku menjadi kuat.